Kamis, 04 Juli 2013

tugas 7 kelompok 8


Tugas 7
Kelompok 8
Nama kelompok :
Irvan stevanus  682012007
Anggakara diaz  682010052
Jefri nova d  682010025
Theo martinus  682012070



Berikut ini merupakan karakteristik dari proses bisnis:
Ø  Degree of Structure adalah Derajat struktur dari tugas yang ada dalam satu departemen adalah hal pokok. Tugas dapat dikelompokan
Contoh : Misalnya PT Astra Internasional. Keunggulannya adalah menciptakan koordinasi dan pemusatan usaha memproduksi secara efektif, berorientasi pada konsumen, dan pekerja lebih kohesif. Kelemahannya keahlian dan sumber-sumber tidak dimanfaatkan secara optimal.
Ø  Range of Involvement adalah Konstituen dapat dilibatkan didalam program sebagai target, pelaksana, dan pengevaluasi program. Keterlibatan ini haruslah signifikan dari segi jumlah, perwakilan, proses, dan tingkat keterlibatannya. Rentang partisipasi ini dapat berupa partisipasi yang sangat minimal atau tidak ada kontrol sama sekali hingga memiliki kontrol terhadap pengambilan keputusan yang dapat mempengaruhi hidup mereka seperti memberikan informasi, menyediakan konsultasi, kemitraan maupun pendelegasian wewenang.
Contoh : (untuk menjadi staf organisasi masyarakat sipil/LSM). Metode ini memungkinkan bagi mereka untuk memiliki kontrol terhadap perencanaan program, implementasi dan evaluasi secara bermakna. Akan tetapi, kesempatan yang tersedia dengan menggunakan metode ini sangat terbatas. Mengingat, jumlah staf yang disyaratkan oleh program barangkali juga sangat terbatas.
Ø  Integration adalah Yang dimaksud integrasi disini adalah penyesuaian antara perbedaan kepentingan perusahaan dengan karyawan sebagai individu agar dapat bekerja sama secara harmonis dalam mencapai tujuan bisnis
Contoh : Untuk mencapai keselarasan dalam karyawan dan semua elemen proses bisnis
Ø  Planning & Control adalah merupakan salah satu fungsi yang terpenting dalam usaha mencapai tujuan proses bisnis Yang dimaksud dengan perencanaan dan pengendalian produksi yaitu merencanakan kegiatan-kegiatan produksi, agar apa yang telah direncanakan dapat terlaksana dengan baik.
Contoh : Pabrik A memproduksi barang .supaya tidak rugi pabrik A hanya memproduksi sebagian karena untuk meminimalisir kerugian jika seandainya produknya tidak laku dipasaran .
Ø  Complexity adalah meningkatnya tantangan internal seperti pemilihan lokasi manufaktur, riset dan pengembangan, optimasi model transportasi, distribusi produk dan lain-lain.
ü  Mengeliminasai variasi yang nilainya tidak besar.
Contoh: Kalau dulu ada pembayaran gaji tengah bulan, kini seluruh pembayaran gaji seluruh pegawai dilakuakan di akhir bulan
ü  Di sisi lain, untuk mengurangi kompleksitas, bisa juga justru dengan membuka variasi baru.
Contoh: permohonan IMB utk renovasi rumah mungil, tidak harus mengikut prosedur untuk permohanan IMB gedung pencakar langit

Untuk mengukur kinerja proses bisnis dan penggunaan sistem informasi:
Ø  Rate of output adalah Jumlah output yang dihasilkan pada rentang waktu tertentu.
Contoh:
ü  Rata-rata unit diproduksi / jam
ü  Jumlah maksimum unit / jam
Ø  Productivity adalah selalu berupaya meningkatkan produktivitas didalam sistem organisasi tersebut, termasuk sistem manajemen, sistem fungsional dan sistem operasional. Pengertian produktivitas dalam konsep keorganisasian pada umumnya adalah rasio antara masukan (input) terhadap keluaran (output) yang terdiri dari dua dimensi yaitu efisiensi dan efektivitas.
Contoh :
Sistem informasi manajemen (SIM) sebagai suatu sistem yang berfungsi mengelola dan menyediakan informasi bagi manajemen mengalami perkembangan yang pesat seiring dengan perkembangan teknologi informasi dan implementasinya di dalam sistem informasi manajemen. Implementasi teknologi informasi ini memberikan dampak positif terhadap sebuah SIM sehingga SIM sebagai sistem yang terdiri dari sumber daya fisik (perangkat dan manusia) dan konseptual (informasi) mampu meningkatkan produktivitas kerja.nya
Ø  Consistency adalah
ü  Menggunakan teknik/cara yang sama untuk menghasilkan output yang sama.
ü  TQM menekankan pada spesifikasi detail dari
ü  proses bisnis sampai instruksi kerja.
Contoh :Fedex dan UPS mencatat setiap tahap pergerakan dari setiap barang secara mendetail à memberikan konsistensi pekerjaan mencatat. Jika tidak dicatat ke komputer dengan baik, akan ketahuan
Ø  Cycle time adalah waktu yang digunakan untuk menyelesaikan 1 siklus pekerjaan dengan sekuens standar kerja yang telah ditentukan. waktu total yang digunakan untuk mengubah input menjadi output .
--> untuk mendapatkan data cycle time, harus melakukan pengecekan langsung dengan observasi waktu kerja (dengan stop watch maupun video) pada produksi aktual.
Takt Time adalah : waktu yang tersedia untuk memproduksi suatu barang atau jasa dibagi dengan jumlah barang atau jasa yang diminta pelanggan dalam kurun waktu tersebut.
Contoh:
Seorang dokter praktek jam 8.00 a.m. - 10.00 a.m.  Selama 2 jam tersebut dia menerima 10 pasien. 
Maka takt time nya adalah: 2 jam (120 menit) / 10 = 12 menit per pasien
Pada hari lain, dokter tersebut menerima 15 pasien dalam 2 jam. 
Maka takt time nya adalah:
2 jam (120 menit) / 15 = 8 menit per pasien

Apa manfaat Takt Time?
Dari dua contoh di atas, kita dapat memahami beberapa hal berikut:
1.     Takt time adalah waktu yang diminta oleh pelanggan / pasien untuk menghasilkan satu produk / jasa. Karena diminta pelanggan, maka waktunya pun tidak tetap. Takt time akan bertambah singkat jika jumlah pelanggan makin banyak; dan sebaliknya bertambah lambat jika pelanggan makin sedikit. Hal ini berbeda dengan cycle time, yang didefinisikan sebagai waktu yang dibutuhkan untuk memproduksi satu barang/jasa tertentu. Cycle time ini jika dilakukan dengan baik, relatif tidak akan berubah.
2.     Jika kita tidak dapat memenuhi takt time, maka akan terjadi masalah antrian, keterlambatan, kemacetan, atau lebih parah lagi tidak semua pelanggan dapat dilayani. Hal ini perlu dipahami dengan baik. Cycle time yang kita miliki jangan sampai lebih lambat dari takt time. Kita dikatakan tidak dapat memenuhi permintaan pelanggan jika cycle time yang kita miliki lebih lambat dari takt time. Atau dengan kata lain, kemampuan kita menyediakan barang / jasa lebih lambat daripada waktu yang diminta oleh pelanggan.
3.     Perhitungan takt time dapat dipakai untuk merencanakan penyediaan produk / jasa secara berkesinambungan, lancar, tanpa hambatan. Contoh penerapan: seorang dokter mempunyai cycle time 10 menit untuk memeriksa satu pasien. Jika takt time pasien adalah 12 menit, maka dokter itu dapat melayani setiap pasiennya dengan lancar. Tapi, ketika takt time pasien berubah menjadi 8 menit, maka dokter itu akan mendapat masalah dalam hal waktu pelayanan. Mengatasi masalah ini dengan mempercepat cycle time tidak disarankan, karena akan menimbulkan masalah keselamatan dan kepuasan pelanggan / pasien.
4.     Takt time dapat menghindarkan kita dari pemborosan akibat produksi yang berlebihan, dengan cara memproduksi barang / jasa sesuai dengan permintaan pelanggan. Memproduksi barang / jasa tanpa ada permintaan pelanggan adalah pemborosan. Oleh karena itu, takt time ini sangat berguna untuk menentukan secara tepat apakah kita telah memproduksi barang / jasa sesuai permintaan pelanggan. Caranya dengan membandingkan antara takt time dengan cycle time. Jika takt timenya lebih cepat dibandingkan cycle time, maka sudah waktunya kita menambah sumber daya. Tapi jika takt timenya masih lebih lambat dari cycle time, tidak ada alasan bagi kita untuk menambah sumber daya. Bahkan, jika takt timenya jauh lebih lama dibandingkan cycle time, perlu dilakukan evaluasi untuk mengurangi sumber daya yang ada.
5.     Takt time mendorong kita membangun sistim dan cara bekerja yang terstandar, sehingga meningkatkan mutu dan efisiensi. Agar konsep takt time ini bermanfaat, kita perlu melakukan standardisasi kerja, sehingga menghasilkan cycle time yang terstandar. Jika cycle time terstandar, kita dapat membandingkannya dengan takt time. Dengan cara itulah kita dapat membangun sistim produksi yang berkesinambungan, bermutu, dan efisien. Jika cycle time nya tidak terstandar, konsep takt time tidak akan bekerja. Sebab, tidak ada yang bisa dijadikan patokan.
6.     Memungkinkan kita menetapkan target waktu yang tepat untuk produksi dengan cara memberikan gambaran yang jelas bagi staf pelaksana tentang waktu yang harus dicapai oleh mereka untuk menghasilkan suatu produk / jasa. Dengan menggunakan takt time dan cycle time, kita dapat melakukan perencanaan produksi dengan baik. Kita dapat mengatur sumber daya yang ada untuk melakukan produksi barang / jasa sesuai permintaan pelanggan. Hasil dari semua itu adalah target waktu yang tepat dengan tetap menjaga mutu dan efisiensi.
7.     Memudahkan kita menetapkan berbagai kemungkinan skenario produksi yang berubah-ubah sesuai permintaan pelanggan. Dengan takt time dan cycle time, kita bisa membuat berbagai skenario produksi sesuai permintaan pelanggan. Kita dapat merencanakan berapa banyak sumber daya yang diperlukan secara spesifik dalam setiap kondisi permintaan pelanggan yang berbeda-beda.

Ø  Flexibility adalah apat diartikan sebagai keluwesan-keluwesan yang diberikan kepada konsumen untuk mengelola, memanfaatkan dan memberdayakan sumberdaya seoptimal mungkin untuk meningkatkan mutu perusahaan. Juga dapat diartikan sebagai kemampuan dan upaya yang diperlukan untuk mendukung kegiatan pemeliharaan yang diperlukan oleh pengguna baik dari segi perubahan maupun penambahan perangkat lunak untuk peningkatan pelayanan atau adaptasi terhadap perubahan dalam perusahaan. aplikasi ini bisa dimodifikasi untuk disesuaikan dengan keinginan pengguna dikemudian hari
1.       Konsistensi yang berlebihan bisa membuat fleksibilitas turun.
Kasus Perang Teluk I: DoD ingin pesan mobil phone dari Motorola, tapi karena tidak memenuhi standar DoD, jadi tidak boleh à padahal diperlukan! Solusi: Jepang yang beli, lalu dihibahkan...
2.       Proses bisnis bisa diubah dengan mudah untuk memenuhi kebutuhan pelanggan
Alasannya: customerlah yang menentukan apa yang diinginkan, bukan produsen
Contoh : Sebuah toko pakaian saat ini hanya menggunakan software yang mengurusi bagian gudang saja untuk mengawasi barang yang masuk dan keluar gudang. Pada waktu berikutnya perusahaan menginkan sofware saat ini bisa dikembangkan untuk menjadi sistem kasir sehingga juga bisa membuat sistem membership untuk pelanggan dan memudahkan untuk melaporkan transaksi keuangan.

Ø  Security merupakan sebuah infrastruktur keamanan yang harus dimiliki oleh sebuah organisasi atau perusahaan yang ingin melindungi aset informasi terpentingnya. Dokumen ini secara prinsip berisi berbagai cara (baca: kendali) yang perlu dilakukan untuk mengontrol manajemen, mekanisme, prosedur, dan tata cara dalam mengamankan informasi, baik secara langsung maupun tidak langsung.
Contoh :Sebuah perusahaan ingin menjaga asetnya dan informasinya dari penggelapan dn pencurian dengan melakukan infrastruktur keamanan.









industri.blogspot.com/2009/11/pengantar-perencanaan-dan-pengendalian.html




2 komentar: